Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHeadlineKejari Tangerang Dakwa Mantan Dirut Garuda Ari Akshara Maksimal 10 Tahun Bui

Kejari Tangerang Dakwa Mantan Dirut Garuda Ari Akshara Maksimal 10 Tahun Bui

Tangerang, Satusuarasuaraexpress.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tangerang mendakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara maksimal 10 tahun penjara atas kasus kepabeanan penyelundupan onderdil Harley Davidson di pesawat Garuda dari Perancis.

Pembacaan dakwaan tersebut dilakukan di Ruang 4 Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Senin (15/2/2021) sekitar pukul 14.15 WIB.

Dalam agenda sidang perdana tersebut, Ari Askhara yang terlibat kasus kepabeanan dan penyelundupan Harley Davidson itu dihadirkan langsung oleh pihak Kejari Kota Tangerang.

Selain Ari, Iwan Joeniarto selaku selaku mantan Direktur Operasional PT Garuda Indonesia turut juga hadir di persidangan.

Kasi Intelejen Kejari Kota Tangerang Bayu Probo Sutopo mengatakan, tim JPU dari Kejari Kota Tangerang dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mendakwa Ari dan Iwan dengan pasal kepabeanan.

“Ada tiga pasal dakwaan, yang pertama pasal 102 huruf E UU No 17 tahun 2006 juncto pasal 55 ayat 1 tentang UU Kepabeanan,” tutur Bayu yang ditemui usai agenda sidang berakhir, Senin sore.

“(Dakwaan) kedua, pasal 102 huruf H (UU No 17 tahun 2006), dan (dakwaan) ketiga adalah pasal 103 huruf A (UU No 17 tahun 2006),” imbuh dia.

Ancaman hukuman penjara mereka, sebut Bayu, yaitu minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun, serta denda minimal Rp 50.000.000 dan maksimal Rp 5 milyar.

Di satu sisi, Ari menolak untuk memberikan komentar atas dakwaannya usai mengikuti agenda sidang.

Pria yang mengenakan batik berwarna hitam-kuning itu langsung menuju kendaraannya, dan menghindari awak media yang ada.

Sementara itu, tim Penasihat Hukum Ari dan Iwan, Andre merespons dakwaan terhadap dua kliennya.

Ia mengaku, pihaknya hendak mengikuti proses hukum yang ada.

“Ya kami ikutin dulu proses hukum yang ada,” ujar dia sembari berjalan cepat menuju kendaraannya usai persidangan.

Untuk diketahui, awal mula Ari Askhara dan Iwan Joeniarto terlibat dalam kasus kepabeanan dan penyelundupan tersebut adalah saat pesawat baru yang dibeli PT Garuda Indonesia mendarat di hanggar milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Petugas Bea dan Cukai menemukan sejumlah barang mewah di lambung pesawat dengan nomor penerbangan GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo itu.

Para petugas menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Bromptom ilegal di bagasi pesawat yang baru datang dari pabrik Airbus di Perancis tersebut.

Penyidik Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kemudian menyatakan Ari Askhara serta Iwan Joeniarto terlibat menyelundupkan Harley dan Brompton pada kasus itu.

Mereka kemudian dijerat pasal No 17 Tahun 2006 tentang kepabeanan dan diancam hukuman penjara selama 10 tahun. (mi)

Perkembangan Virus Corona


Most Popular

Recent Comments