Menilik Sisi Kelemahan Penyaluran Bansos Anti Sunat Jokowi

60 paket bansos sembako di cakung dikembalikan

 

satusuaraexpress.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi virus corona tidak akan ada potongan alias diberikan secara penuh.
Hal ini tak seperti penyaluran bansos covid-19 pada tahun lalu yang ternyata diduga dikorupsi Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Dalam pelaksanaan, Juliari rupanya diduga mendapat jatah Rp10 ribu dari setiap satuan bansos yang diberikan ke masyarakat.

“Saya ulang-ulang terus agar bantuan yang diterima ini tidak ada potongan-potongan,” ucap Jokowi dalam Peluncuran Bantuan Tunai se-Indonesia Tahun 2021, Senin (4/1).

Untuk menjamin tak ada potongan, Jokowi menyatakan bansos tunai akan diberikan melalui bank Himbara dan jaringan PT Pos Indonesia (Persero). Itu dilakukan agar bantuan sampai ke penerima langsung secara utuh.

Tak hanya itu, agar tak terjadi potongan, Jokowi bahkan meminta para menteri, khususnya Menteri Sosial baru, Tri Rismaharini dan kepala daerah mengawal dengan ketat penyaluran bansos pada 2021. Dengan begitu, tidak ada celah pemotongan sekecil apapun yang bisa dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Saya perintahkan kepada para menteri, kepada para gubernur agar mengawal proses penyaluran ini agar cepat, bisa tepat sasaran, dan tadi diawasi tidak ada potongan-potongan apapun,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listyanto mengatakan penyaluran bansos secara tunai langsung ke kantong penerima memang mau tidak mau memang harus dilakukan Jokowi.

Baca juga : Segera Cair Januari, Apakah Kamu Dapat Dana Bansos ? Yuk, Cek Apakah Kamu Menerima Atau Tidak

Selain menjamin itu tidak terpotong, penyaluran juga bisa menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah di tengah pandemi covid-19.

“Memang dengan kejadian kemarin (bansos dikorupsi), memberikan bansos tunai berupa uang yang langsung sampai ke masyarakat bisa lebih menjamin, cepat, fleksibel, dan setidaknya menutup celah,” ungkap Eko dikutip dari CNNIndonesia.com.

Hanya saja, ia mengingatkan, penyaluran bansos secara tunai tak menjamin nantinya tidak akan menimbulkan masalah. Dari sisi keuntungan, memang penyaluran bansos tunai lebih aman dan bisa menutup celah potensi korupsi seperti yang dilakukan sebelumnya.

Penyaluran secara tunai juga bisa lebih cepat dan tepat sasaran karena pemberiannya langsung dilakukan ke rekening atau penerimanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *