Tolak Disatukan Dengan Pasien Covid, Keluarga Kerahkan Ormas ke RSUD Cengkareng

IMG20201021165112 scaled

Satusuaraexpress.co – Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng Jakarta Barat digeruduk ormas pasien rujukan dari RS Tugu Koja Jakarta Utara. Pasalnya, ia mempertanyakan alasan rumah Sakit RSUD Cengkareng memasukan pasien di ruangan penanganan Covid-19.

Rojak salah satu kerabat pasien mengungkapkan awal persoalan pasien bernama Mohammad 53 tahun warga Koja Jakarta Utara. Saat itu pasien memiliki penyakit paru-paru, kemudian dibawa berobat ke rumah sakit Tugu Koja.

“Jadi waktu abang saya merasa sakit, itukan dari rumah pakai kursi roda kita bawa ke rumah Sakit Tugu Koja, Begitu di rapid hasilnya negatif,” ucapnya saat di lokasi.

Tak sampai disitu, pihak keluarga pun mendapat informasi dari pihak RS Tugu Koja untuk dirujuk ke RSUD Cengkareng.

“Tengah malam keponakan saya telp. Mamang(sebutan untuk paman dalam bahasa sunda-red) bapak dirujuk ke RSUD Cengkareng. Karena dipakaikan oksigen Padahal hasil rapid positif. Ya kita tidak ingin pasien digabungkan dengan pasien Covid-19. Yang hasilnya belum diketahui. Inikan bisa membuat stres si pasien,” tuturnya.

Andaipun kata Rojak, jika hari itu hasil swab dinyatakan positif. Pihak keluarga siap menerima segala konsekwensinya dengan isolasi mandiri.

“Pada prinsipnya kami gak keberatan pasien dibawa, jika hasil swab saat itu langsung keluar dan dinyatakan positif. Ini hasil belum keluar, pasien sudah dibawa ke ruang penanganan Covid-19. Kan jadi stres si pasien, komunikasi saja harus video call,” ungkapnya.

Dari pantauan dilokasi, protes tersebut mendapat kawalan aparat kepolisian Polsek Cengkareng.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng, Kompol Hutagaol menjelaskan, persoalan itu sudah dimediasi antara pihak pasien dengan pihak RSUD Cengkareng.

“Dari hasil mediasi, pasien akan djbawa ke rumah berdasarkan surat pernyataan. Alasan rumah sakit hanya untuk memasyikan itu kondisi dari pasien,” jelasnya.

Usai melakukan mediasi, akhirnya pihak RSUD Cengkareng memulangkan pasien tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *