Cegah Penularan Covid-19, Selain E-KTP dan KIA Warga Dapat Cetak Dokumen Sendiri Pakai HVS

373710 01003018012019 786c0fa65998291edd907dcf5138fdc0
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) DKI Dhany Sukma. /Net

satusuaraexpress.co – Pandemi Covid-19 di ibu kota membuat prosedur pendataan kependudukan berubah. Bahkan, seluruh dokumen kependudukan dapat dicetak dengan menggunakan kertas HVS.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) DKI Dhany Sukma mengatakan, kebijakan menerbitkan dokumen kependudukan dengan menggunakan kertas HVS berlangsung sejak 1 Juli 2020. Kecuali e-KTP dan kartu identitas anak (KIA).

’’Menghindari kontak langsung saja. Jadi, dokumennya dikirim melalui e-mail, cetak sendiri. Kalau ada kerusakan, bisa cetak lagi,’’ ujarnya.

Baca juga : Ada Jenderal LGBT, IPW Menduga Ada Sistem Polri yang Lengah

Jadi, selain mengantisipasi penularan melalui dokumen, menurut dia, sistem tersebut bisa mempermudah warga dengan tidak mendatangi pusat pelayanan kependudukan. Meski sudah menyiapkan sistem yang memudahkan, pandemi juga memengaruhi pelayanan kependudukan.

Sebab, ada pembatasan pelayanan. Terutama saat kebijakan PSBB berlangsung di Jakarta. Atas kondisi tersebut, data kematian, kelahiran, maupun pernikahan tidak se-update tahun lalu.

Dia memisalkan, data kematian. Kondisi Covid-19 membuat angka kematian di Jakarta meningkat. Bahkan, berdasar data corona.jakarta.go.id, total kematian Agustus tahun ini sama dengan total kematian tahun lalu. Namun, data pihaknya belum menunjukkan angka yang sama.

Baca juga : Bakal Dipolisikan Karena Diduga Ada Pemufakatan Sengketa Lahan, Ini Penjelasan Lurah Kembangan Utara

Baca juga ; Akui Ingin Bantu Keluarkan Warga Binaan Panti, Oknum Satpol PP Hanya Diberi Sanksi Peringatan

’’Awal-awal, saat PSBB, banyak yang belum lapor. Nah, PSBB transisi ini pada laporan. Makanya, angka di kami saat ini masih rata-rata sama, belum menunjukkan peningkatan atau penurunan,’’ terangnya.

Meski kebijakan PSBB membatasi update pendataan, dia menyebutkan bahwa jajarannya tetap proaktif kepada instansi lainnya untuk mencocokkan data. Misalnya, angka kematian dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI.

’’Sekarang kan untuk administrasi kependudukan dibelakangin, pemakaman yang didahulukan. Kalau dulu, urus pemakaman itu harus lapor ke PTSP dulu, data masuk ke dispendukcapil, setelahnya baru ke pemakaman. Karena sekarang masih pandemi, semua langsung ke pemakaman. Kami yang padankan data,’’ tutupnya. (CR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *