Trik Anak Tak Bosan Belajar, KB TK Aisyiyah 21 Rawamangun Gelar Acara Parenting

Screenshot 20200905 202500

Satusuaraexpress.co – Kondisi Covid 19 memberikan banyak perubahan dalam kebiasaan hidup kita sehari hari. Pandemi yang terjadi saat ini juga mengajarkan kita untuk tetap selalu menjaga kesehatan diantaranya harus memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak keluar rumah atau membatasi kegiatan kita di luar rumah.

Pandemi Covid 19 mewajibkan diri untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan yang disarankan oleh WHO. Apalagi saat ini, segala aktivitas pun dibatasi dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama transisi.

Salah satunya dalam dunia pendidikan, dimana para pelajar diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar secara daring, khususnya pada peserta didik usia dini. Kegiatan daring tentu akan menimbulkan persoalan baru. Jika kita tidak bisa menyikapi dengan bijak.

Maka dari itu, dengan bertajuk Bagaimana kita bisa tetap bahagia belajar dari rumah dengan kondisi pandemi ?. KB TK Aisyiyah 21 Rawamangun menggelar Parenting secara daring dengan Narasumber Nini Fitriani S.Psi M.Pd. dan dimoderatori oleh Niken Hendriani Rosalia M.Pd yang juga sebagai Kepala Sekolah KB TK Aisyiyah 21 Rawamangun.

Kegiatan ini juga diberikan pencerahan oleh Dr. Rita Rosmala M.Si, selaku Kasi PAUD Prov DKI Jakarta, Hj. Mashati Malik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Rawamangun.

“Bahagia merupakan suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan dan kenikmatan. Seseorang akan bahagia ketika tiga hal ini ada dalam diri yaitu Acceptance (penerimaan), Affection ( Kasih sayang) dan Achievement(pencapaian),” ucap Nini Fitriani selaku narasumber, Sabtu(5/09/2020).

“Menerima semua kondisi yang ada terjadi dalam diri dan lingkungannya. ikhlas dan tulus menjalani segala sesuatu yg dialami, memiliki rasa kasih sayang, mencintai dan dicintai oleh orang terdekat dan juga lingkungan sosialnya serta tercapainya tujuan atau keinginan diri sehingga muncul kepuasan, kenikmatan dan kebahagiaan,” sambung Nini.

Dikatakan Nini, peran dan inovasi baik guru maupun orang tua sangat diperlukan agar si anak dapat menikmati belajar di rumah secara daring.

“Bagaimana anak usia dini bisa belajar secara daring ? Ini tantangan yang luar biasa yang dihadapi oleh Guru dan orangtua anak usia dini. Anak usia dini diharapkan tetap bisa belajar di masa pandemi ini. Sebab pada masa ini adalah masa Golden Age yang memerlukan stimulasi yang tepat bagi anak usia dini agar perkembangan anak tetap optimal,” pungkasnya.

Lanjut Nini mengemukakan guru dan orang tua sangat diharapkan bisa saling bekerjasama dan berkolaborasi untuk tercapainya tugas tugas perkembangan anak usia dini.

Diantanranya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah persiapan belajar di rumah terkait rencana kegiatan yang di komunikasikan dengan guru, ruang yang nyaman bagi anak belajar di rumah, alat alat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Kemudian, komunikasi positif antara orangtua dan anak, mulai dari anak bangun tidur hingga selesainya kegiatan, buat kesepakatan bersaa dengan anak,ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi anak karen anak usia dini masih mudah berubah suasana hatinya atau moodnya.

Selanjutnya, mengelola emosi, baik emosi orang tua ataupun emosi anak, karena masa pandemi ini banyak tantangan mungkin orangtua memikirkan banyak hal.

“Karenanya orang tua harus berikan waktu berkualitas dan fokus pada aktivitas anak sejenak saja,” imbuhnya.

Adapun trik agar anak tidak bosan dalam belajar di rumah ialah dengan melakukan aktivitas bersama yang bisa dilakukan oleh anak dan orangtua selama di rumah, diantaranya bercerita dan membacakan buku cerita,bernyanyi bersama,olahraga bersama, melakukan permainan permainan tradisional, memasak bersama, berkebun, berkreasi dengan barang bekas, bermain peran, bermain sains sederhana atau yang lainnya.

“Ketika orangtua mulai stress atau tidk nyaman dengan kondisinya bisa lakukan afirmasi. Orangtua membuat kalimat kalimat afirmasi yang memberikan semangat kembali bagi diri untuk melakukan aktivitas terbaik bersama anak. Contoh kalimat afirmasi ” Saya bahagia mendampingi anak saya ( sebut namanya) belajar di rumah, buat kalimat afirmasi laim sesuai dg kondisi masing masing,” tutup Nini mengakhiri pembicaraan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *