Tegas UAS Terhadap Ketua DPP PDI Puan Maharani Terkait Polemik Pernyataannya

IMG 20200909 115309

satusuaraexpress.co – Dai kondang Ustadz Abdul Somad merespon pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani terkait polemik pernyataan yang dilontarkan hingga membuat masyarakat Sumatera Barat memperkarakan pernyataan tersebut.

Ustadz Somad menyampaikan bahwa hanya Puan sebagai pengucap yang dapat menginterpretasikan makna kalimat tersebut.

“Tidak ada yang paling mengerti tentang suatu teks kecuali orang yang mengucapkannya atau menuliskannya.” kata Ustadz Somad di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa malam, (8/9/2020).

Ustadz Somad menjelaskan, bahwa teks yang ditulis atau ucapan yang dilontarkan telah menjadi hak pendengar untuk menginterpretasikannya.

“Karena teks itu tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, kita hanya bisa menginterpretasikan,” imbuhnya.

Ustadz Somad memaparkan jika dirinya merasa kesulitan untuk membaca makna teks di balik kata. Dia mencontohkan bahwa Al-Quran dapat dipahami melalui tafsir, sedangkan hadits dipahami melalui syarah.

“Tetapi teks yang dikeluarkan oleh manusia, saya hanya bisa menduga-menduga saja. Oleh sebab itu, maka kita perlu menjelaskan,” papar Ustadz Somad.

Ustadz Somad yang juga adalah ulama asal Pekanbaru, Riau menegaskan mengenai jiwa Pancasila orang-orang Minangkabau. Bahwa jiwa Pancasila orang Sumbar telah memberi sumbangsih besar dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di dalam dunia politik, tokoh-tokoh nasional asal Minangkabau telah berkontribusi dalam perjuangan untuk mempertahanan NKRI. Begitu juga sumbangsih dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Ustadz Somad menegaskan, terkait pertanyaan apakah masyarakat Sumatera Barat menganut Pancasila, Somad meminta semua pihak tidak meragukannya rakyat Minangkabau sangat Pancasilais.

“Kalau saya bilang, masyarakat Minang ini sudah sangat Pancasilais sejak dari dulu,” tegas Ustadz Abdul Somad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *