Keluh Opang dan Ojol Terhadap Gubernur DKI Jakarta, Terkait Diperpanjangnya Masa PSBB Lanjutan

IMG 20200911 WA0027

satusuaraexpress.co – OJek Pangkalan (Opang) yang mengangkut penumpang pastinya akan dilarang beroperasi di Jakarta, setelah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Lanjutan,  pada 14 September, pekan depan. Tidak sedikit Opang mulai menjerit.

Salah satu Opang, Rohim (59) mengatakan bahwa keputusan Gubernur DKI Jakarta, merugikan banyak masyarakat yang mencari nafkah di pusat ibu kota.

Hal itu sudah dirasakannya pada 4 bulan lalu dengan kebijakan yang sama. Dia pun merasakan kerugian ketika dilarang mengangkut penumpang saat PSBB berlangsung.

“Seharusnya (Gubernur DKI) melihat masyarakat yang hanya mendapatkan penghasilan harian, seperti kami tukang ojek pangkalan ini sangat dirugikan,” kata Budi kepada satusuaraexoress.co, pada Jumat, (11/9/2020).

Memang lanjut Budi, para Opang dengan kebijakan tersebut tidak kehilangan pekerjaan. Namun, tidak bisa dikatakan statusnya sebagai pekerja, seolah-olah seperti penganggur.

“Tapi seperti pekerja rasanya kaya pengangguran, tidak punya penghasilan. Nah ini beda sama pegawai kantor ya, memang dia WFH (Work From Home) tapi kan dapat gaji, meskipun setengah itu ada penghasilan,” kata dia.

Hal serupa dikatakan driver ojek online (ojol), Syarip, bahwa PSBB yang rencana nantinya akan diberlakukan bukan tidak mungkin dapat membuatnya tidak ada penghasilan.

“Kami rumah mengontrak, dari penghasilan buat makan saja pas pasan. Kalau PSBB kembali diberlakukan, otomatis kami kehilangan penghasilan. Jadi tentunya masalah ini yang harus dipikirkan oleh pak Anies,” ucap Syarip. Man

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *