Viral, Polisi Palak Turis Jepang di Bali

VideoCapture 20200820 191834
Polisi memeriksa kelengkapan surat kendaraan warga Jepang

Satusuaraexpress.co – Sebuah video di akun Youtube menampilkan seorang turis Jepang yang diduga ditilang seorang polisi di Jembrana, Bali, viral. Belum diketahui pasti kapan kejadian tersebut. Namun, video itu menjadi viral dan diperbincangkan netizen.

Dalam video itu tampak seorang polisi memberhentikan turis Jepang yang sedang mengendarai sepeda motor bernomor polisi DK-3762-FO. Polisi tersebut lalu memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan. Kemudian, polisi tersebut mengatakan bahwa surat-surat sudah lengkap.

Namun, lampu bagian depan motor tidak menyala, sehingga turis yang mengendarai motor harus membayar denda atau penalti. Dalam bahasa Inggris, polisi tersebut tidak tanggung-tanggung meminta uang Rp 1 juta sebagai uang penalti kepada turis Jepang tersebut.

Awalnya, turis Jepang itu memberikan uang Rp 100.000. Namun, oknum polisi tetap meminta Rp 1 juta. Beberapa saat kemudian, pengendara itu memberikan uang sebesar Rp 900.000. Polisi tersebut kemudian menghitungnya dan berjanji akan membantu turis Jepang tersebut.

Terkait vedeo tersebut, Polres Jembrana tengah memeriksa oknum polisi yang diduga meminta uang Rp 1 juta saat menilang pengendara sepeda motor yang merupakan turis asal Jepang.

VideoCapture 20200820 191856
Polisi memeriksa kelengkapan surat kendaraan warga Jepang

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa memastikan oknum polisi itu adalah anggotanya. Namun, pihaknya masih mendalami kapan dan di mana kejadian itu terjadi.

“Kalau kita lihat posting-nya itu 2019. Itu kami periksa,” kata Wibawa kepada wartawan, Kamis (20/8/2020).

Wibawa menegaskan, tindakan semacam itu tidak dibenarkan. Jika terbukti melanggar anggota tersebut akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Iya tidak dibenarkan dan kita akan tindak tegas sesuai dengan aturan yang ada,” kata Wibawa.

Saat ditanya mengenai sanksi yang akan diberikan, Wibawa meminta publik sabar menunggu pemeriksaan selesai. “Iya, nanti kita lihat dulu kesalahan seperti apa,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *