Kecewa dengan Kebijakan DPP, Gumana Lubis Nilai Demokrasi di PDI-P Seperti Dikebiri

Screenshot 20200809 113440
Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Johor, Gumana Lubis/net

Satusuaraexpress.co – Ketua Forum Eksponen 98 PDI Perjuangan Sumatera Utara, Gumana Lubis merasa kecewa terhadap keputusan DPP. Pasalnya, pihak DPP menginstruksikan untuk tidak mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan 2020. Sehingga kebijakan itu masih mendapat penolakan dari sebagian kader partai PDI-P.

“Yah kalaulah terus pimpinan di atas membuat peraturan dan melanggarnya, nantinya para kader di bawah merasa dibohongi. Dulu saya ikut bergabung mendukung PDI Pro Munas atau Pro Mega, menginginkan bahwa PDI Pro Munas adalah partai yang terbaik nantinya. Serta menginginkan adanya hak rakyat berdemokrasi dapat berjalan. Dan kita inginkan di tubuh PDIP pun demikian,” katanya kepada wartawan, Sabtu (1/8).

Gumana mengungkapkan, kebijakan Partai yang di komandoi oleh Megawati Soekarno Putri ini dinilai salah satu bentuk kebiri terhadap demokrasi di tubuh partai PDI-P. Aturan soal mengedepankan kader juga hanya sebatas isapan jempol belaka.

“Saat ini banyak kader yang merasa selalu dipaksakan untuk mematuhi aturan-aturan yang pembuatannya tidak didasarkan pada aspirasi kader dari tingkat bawah. Kondisi yang sangat berbeda dengan pada awal terbentuknya partai tersebut,” ungkap Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Johor.

“Nah sekarang kami merasakan demokrasi di PDIP banyak dikebiri, tidak melalui mekanisme penjaringan mulai dari tingkat Ranting, PAC, dan Rakercab di tingkat Kab/Kota yang selanjutnya sampai ke DPP partai. Tahun 1999 mekanisme penjaringan dari bawah masih dilakukan. Sekarang yang menentukan hanya DPP Partai. Aspirasi pengurus dari tingkat bawah baik dari pengurus sendiri maupun dari masyarakat sepertinya tidak dibutuhkan lagi,” sambungnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *