Bila Eskul Wajib Pramuka Diabaikan, Kasudisdik Wil I JB Bakal Warning Para Kepsek

Screenshot 20200826 231639
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (tengah) berselfie dengan sejumlah anggota Pramuka. - Kemensetneg

Satusuaraexpress.co – Kurangnya antusias Kepala Sekolah di tingkat SMA maupun SMK dalam menggalakan ekstrakurikuler(Eskul) gerakan Pramuka membawa keprihatinan sendiri. Padahal dalam Peraturan Menteri Pendidik Nasional (Permendiknas) No. 63 Tahun 2014, merupakan ekstrakurikuler wajib.

“Menurut saya sudah berjalan, tapi masih kurang greget. Sehingga perlu ada perhatian dari Kepala Sekolah,” ucap Pelatih Pembina Pramuka, Munasik saat berbincang – bincang, Rabu(26/08/2020).

Dalam Permendiknas itu sendiri menjelaskan, pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Hal ini bila dilaksanakan dari Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah khususnya SD, SMP, SMA dan SMK tentunya akan menghasilkan karakter pramuka yang di miliki oleh Peserta didik dari SD, SMP, SMA dan SMK.

“Ya, Gerakan Pramuka yang diberi mandat untuk mendidik generasi muda agar menjadi manusia yang unggul, seharusnya kita bersatu mewujudkan generasi unggul yang berkarakter sesuai dengan tri satya dan dasa darma pramuka,” tandasnya.

Bukan hanya itu saja, Munasik juga berharap, agar seluruh kepala sekolah dapat memiliki ijazah atau sertifikat Pramuka.

” Harapan saya karena dalam permendiknas kepala sekolah wajib memiliki ijazah KMD (kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar) atau kursus orientasi kepala sekolah, sehingga dapat memberikan bimbingan yang bersifat moral, organisatoris, material dan finansian dalam kegiatan kepramukaan di sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah I Jakarta Barat, Agus Ramdani dalam menyikapi persoalan itu, berjanji akan melakukan sosialisasi serta teguran bagi kepala Sekolah yang tidak antuasias dalam menggalakn gerakan Pramuka.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan sosialisasi, supaya para pengawas tahu, kepala sekolah tahu. Bahwa eskul wajib itu tidak hanya memakai baju pramuka. Tetap benar-benar kita jalankan, kita bina peserta didik kita dengan Kepramukaan,” pungkasnya.

Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Jakarta Barat akan mengusulkan, syarat wajib sebagai kepala sekolah di level SMA maupun di SMK harus memiliki ijazah KMD (kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar) atau kursus orientasi kepala sekolah. Sehingga nantinya, sekolah yang dia pimpin dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki kepribadian mantap.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *